‘’kami bertarung demi kebebasan. Bagiku hidup di bawah kungkungan adalah hal terhina. Manakala kebanggaan nasional kita dihancurkan, hidupku tak lagi bernilai”
Amerika, mungkin kita tidak akan asing lagi menyebut, mendengar bahkan melihat dari televisi tentang profil negara ini, bahkan saya mengenal negara ini karna saya banyak nonton film-film barat yang notabene diproduksi oleh amerika, seperti amerika pie, harry potter, rambo, power ranger, superman, batman, ben 10, dan itu semua favorit saya.hehe. Dan banyak lagi yang ga mungkin saya sebutkan satu persatu, tapi indonesia juga ga kalah bagusnya loh kalau soal produksi film, kita juga ada film-film yang membanggakan, ada laskar pelangi, sang pemimpi, negeri 5 menara, rana 3 warna yang kren tentunya, eh kenapa jadi bahas film ya?’’ entahlah..hehe. kembali ke laptop.
mungkin kebanyakan orang, kuliah diamerika adalah impian besar bagi mereka, begitu hal nya dengan si anak pedagang ini, yang notabene adalah anak dari seorang pedagang keliling yang benar-benar niat untuk kuliah keluar negeri, tepatnya AMERIKA, ya amerika adalah negara tujuannya, negara yang super duper sibuk dengan segala aktifitas kehidupannya, bisnis, ekonomi, politik serta pendidikan tentunya, yang sistem pendidikannya sangat jauh berbeda dengan indonesia, mulai dari fasilitas- fasilitas yang sangat menunjang.
Ini adalah sebuah cerita yang pure impian konyol dari seorang anak pedagang yang bermimpi kuliah keluar negeri, ini sinopsisnya, cek ki dot, guys..........
Namanya Bintang, lengkapnya Bintang syahreza. Biasa dipanggil bin, tang juga nggak papa, bibin juga boleh, asal jangan panggil binatang aja.hehhee, karna banyak teman temannya yang nenambahkan embel-embel dibelakang namanya : Bintang si pemimpi konyol dan segala gelar yang identik dengan nada meremehkan( waduh, jahat juga ya! Masih ada aja orang2 seperti ini). Hidup dengan segala kesederhanaan dan keterbatasan yang ada, sekarang dia duduk dibangku kuliah semester 6 yang sebentar lagi akan wisuda.
Pada saat ujian skripsi, seorang dosen bertanya kepada si bintang tentang apa yang akan dia lakukan setelah wisuda, bintang pun menjawab dengan nada penuh harapan bahwa dia akan melanjutkan kuliah keluar negeri dengan mendapatkan beasiswa penuh. Dan dia juga mengatakan, bahwa suatu saat nanti dia akan membangun sekolah gratis dengan segala fasilitas yang lengkap untuk anak’’ miskin yang tak mampu untuk sekolah sampai kejenjang yang lebih tinggi untuk mengapai asa dalam gulita mereka. Ya itu impian saya, (sembari sambil tersenyum dengan raut muka yang masam si dosen tersebut mengatakan “ bintang, Semua yang kamu bilang disini sangat tidak relevan dan sangat tidak mungkin terjadi. Kamu hanyalah anak seorang pedagang biasa. Kamu adalah anak pedagang miskin dan tidak pantas memiliki cita2 seperti ini. Mendengar itu, Bintang pun terdiam dan sejenak berfikir ( dalam hati nya berkata “ munkin ada benarnya apa yang dikatakan oleh dosen ini, dan sejenak menurunkan impiannya, mungkin saya bisa melanjutkan kuliah di indonesia tapi tidak diluar negeri). Kemudian ia keluar dari ruangan tersebut sambil menundukan kepalanya dan segera pulang mengadukan kejadian ini pada ibu nya. Ia ceritakan semua yang dia alami dari awal sampai akhir masalah tadi. Ibunya merenung, Kemudian dengan bijaksana ibu nya berkata:
Nak, apapun impian kamu… Apapun cita2 kamu… Itu adalah Hakmu. Tidak ada yang bisa merubah kecuali kamu sendiri. Teruslah bermimpi maka tuhan akan memeluk mimpi’’mu, anakku. Ibu akan selalu mendukungmu dengan segala keterbatasan ibu, bintang pun meneteskan air mata nya untuk kesian kali, dia tak sanggup melihat ibu nya menangis. Ada yang berbisik pelan ditelinga bintang dengan penuh harapan dan keyakinan berkata “ bin, kamu pasti bisa mewujudkan impian konyol ini untuk ibumu”! dengan penuh keyakinan.
Hari berganti hari.. bulan berganti bulan.. dan tahun pun berganti tahun. Dengan penuh perjuangan yang gigih, pontang panting, jungkar balik akhirnya ia menemukan secerca harapan dia menemukan blog seseorang alumni dari aminef yang telah jadi grantee untuk kuliah keluar negeri dan itu amerika! Dari sana impian itu di dapatkannya, ia langsung ngapply, singkat cerita setelah beberapa bulan penantiannya terjawab sudah akhirnya ia di panggil untuk wawancara beasiswa tersebut.
Beberapa bulan kemudian, bintang si anak pedagang ini akhirnya berhasil meraih beasiswa penuh ke AMERIKA, tepat nya di knoxville, tennessee university jurusan tourism. Knoxville adalah kota kecil yang akan mengubah paradigma nya bahwa anak orang miskin punya kesempatan yang sama meraih impian nya. July 28/ 2012, keberangkatannya ke amerika. Dan kehidupannya akan segera di mulai di kota kecil tersebut. AMERIKA, l am coming....Be continue...hehe.
Well, ini ada sebuah cerita fiksi dalam kehidupan sehari’’ yang dapat dijumpai disekitar kita, saya punya 1 prinsip yang sampai sekarang saya pegang bahwa, apapun impian kita, tidak penting seberapa besar impian kita tapi seberapa besar kita untuk impian kita, that’s the point, boy. klo kita sudah punya niat dan tekat serta yakin klo kita mampu mewujudkannya. Maka, kun fa ya kun, maka jadi lah. Dan itu mujarap. Jadi jangan pernah takut untuk bermimpi, jangan takut untuk gagal, dan jangan jadi orang yang pesimis akan kondisi hidup kita dengan segala keterbatasan yang ada, terlepas dari itu semua, TUHAN punya suatu rencana yang besar untuk kita. Keep forward, guys. AMERIKA, l am COMING.. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
l really appreciate that you leave comment in my blog.
thanks a lot for it.^^